Balaikliring Keanekaragaman Hayati Nasional KLH

English (United Kingdom)Indonesian (Indonesia)
Home Ecosystem

MoE Regulation

E-mail Print PDF

OUTLINE PERMEN TAMAN KEHATI

 

  1. Ketentuan Umum

§  Taman Keanekaragaman Hayati yang selanjutnya disebut Taman Kehati adalah suatu kawasan pencadangan SDA di luar kawasan hutan yang mempunyai fungsi konservasi in-situ dan/atau ex-situ untuk penyelamatan berbagai jenis kehati lokal baik liar maupun budidaya.

§  Konservasi in-situ adalah...

§  Konservasi ex-situ

§  Jenis kehati Lokal adalah jenis-jenis tumbhan dan hewan yang secara alami hidup, tumbuh, dan berkembang di daerah tersebut.

§  Pemrakarsa adalah pihak yang memprakarsai dan/atau mengelola Taman kehati

§  Perseorangan.....

§  Habitus adalah bentuk atau perawakan secara morphologi dari tumbuhan

§  Hubungan kompetisi adalah hubungan antar jenis tumbuhan yang saling merugikan.

§  suksesi puncak

§  Langka

 

 

  1. Tujuan

 

Tujuan Permen adalah

 

 

  1. Fungsi Taman Kehati

§  Taman Kehati mempunyai fungsi utama pengembangbiakan dan atau penyelamatan tumbuhan lokal dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya;

§  Taman Kehati selain mempunyai fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, penelitian, pengembang ilmu pengetahuan, sarana perlindungan dan pelestarian jenis serta sarana rekreasi yang sehat.

 

  1. Lingkup Pengaturan

            Pemrakarsa Taman Kehati

            Penentuan dan kriteria Lokasi

            Penentuan dan kriteria Jenis

            Perancangan Desain

            Penyusunan data based

            Pembangunan Taman Kehati

            Mekanisme dan Prosedur

 

  1. Pemrakarsa Taman Kehati

Pihak mana saja yang bisa menjadi pelaku Taman Kehati harus dijelaskan.  Disarankan selain pemerintah pusat/daerah dan universitas, pihak swasta dan masyarakat turut dilibatkan dalam pembuatan dan pemeliharaan Taman Kehati.  Masyarakat lokal disarankan untuk dilibatkan sejak tahap pembuatan hingga tahap pemeliharaan Taman Kehati untuk meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan rasa kepemilikan terhadap Taman Kehati tersebut.  Lebih lanjut, pengelolaan Taman Kehati akan berjalan lebih baik jika masyarakat setempat menjadi ‘pemilik’ dari Taman itu sendiri.  Ini akan menghindari akibat-akibat negatif, seperti penjarahan hasil Taman Kehati.

 

  1. Kriteria Taman Kehati

            Jenis

§  Tumbuhan Lokal. Jenis tumbuhan yang diselamatkan diprioritaskan kepada jenis tumbuhan yang rawan punah yang ditetapkan oleh lembaga penelitian yang mempunyai kewenangan. (terancam punah: berdasarkan PP 7/99 dan PP no 60 tahun 2007 Tentang Konservasi Sumberdaya Ikan)

§  Minimal jumlah populasi setiap jenis  (sebaiknya lebih dari 15)

§  Hewan pendukung kelestarian tumbuhan yang diselamatkan

§  Prioritas pemilihan jenis: suksesi puncak, endemik, langka, memiliki potensi (ekonomi,obat, mendukung kehidupan satwa dll)

            Lokasi

§  Diutamakan lokasi yang mudah dicapai      

§  Luas Minimal (disesuaikan dengan keanekaragaman jenis yang akan diselamatkan) à untuk kota minimal 5 ha, untuk kabupaten/provinsi minimal 15 ha

§  Persyaratan Iklim, Tanah dan Air (disesuaikan dengan keanekaragaman jenis yang akan diselamatkan)

§  Status Lahan (kemantapan lahan) à clean and clear

§  Ketinggian (diprioritaskan sekitar 500 m dpl)

§  Kelerengan à kurang dari 40%

§  Di luar kawasan hutan (amanat UU 32/2009)

§  Bebas konflik

§  Lokasi yang “sudah jadi”, misal: lokasi wisata

 

  1. Mekanisme Penetapan Lokasi Taman Kehati

6.1 Pemerintah

Kewenangan Penetapan

1. Pemerintah dapat menetapkan taman Kehati lintas Prov.

2. Provinsi menetapkan taman Kehati lintas Kab./Kota,

3. Kab./Kota menetapkan taman Kehati Kab./Kota.

Proses penetapan taman Kehati:

1)      Pengkajian calon lokasi taman Kehati sesuai dengan kriteria Permen

§  Pembentukan Tim oleh Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota

§  Tim terdiri atas lembaga yang mempunyai kompetensi

§  Tim merekomendasikan kelayakan calon lokasi kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota

2)      Penetapan lokasi (oleh Menteri atau Gubernur atau Walikota/Bupati).

 

6.2 Badan Usaha

Proses penetapan Taman Kehati:

1)      Badan Usaha mengajukan permohonan Pembangunan Taman Kehati kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai kewenangannya

2)      Pengkajian calon lokasi taman Kehati sesuai dengan kriteria Permen

§  Pembentukan Tim oleh Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota

§  Tim terdiri atas lembaga yang mempunyai kompetensi

§  Tim merekomendasikan kelayakan calon lokasi kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota

3)      Penetapan lokasi (oleh Menteri atau Gubernur atau Walikota/Bupati).

 

6. 3 Perseorangan

Proses penetapan Taman Kehati:

1)      Mengajukan permohonan Pembangunan Taman Kehati kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota sesuai kewenangannya

2)      Pengkajian calon lokasi taman Kehati sesuai dengan kriteria Permen

§  Pembentukan Tim oleh Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota

§  Tim terdiri atas lembaga yang mempunyai kompetensi

§  Tim merekomendasikan kelayakan calon lokasi kepada Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota

3)      Penetapan lokasi (oleh Menteri atau Gubernur atau Walikota/Bupati).

 

  1. Perancangan Desain

§  Sarana dan prasarana yang diperlukan minimal adalah : laboratorium, pembibitan, kantor pengelola, papan petunjuk (papan nama Taman kehati, papan desain, papan petunjuk, papan label tumbuhan baik nomor individu dan jenisnya)

§  Rancangan tapak peruntukan masing-masing area : sarana prasarana, jalan setapak, dan koleksi jenis tumbuhan dengan memperhatikan lanskap dan estetika

§  Pengelompokan jenis-jenis yang ditanam memperhatikan aspek perawakan (habitus ) antar jenis tumbuhan

§  Perancangan Disain dapat dilakukan oleh pemrakarsa ataupun oleh tenaga ahli.

§  Pada perancangan disain mengacu kepada Pedoman pembuatan disain dan pengelolaan taman kehati

§   

 

  1. Penyusunan data based

8.1  Penyusun dan pengelola data base

§  Menteri mengembangkan data base Taman Kehati (Format data base, perangkat lunak)

§  Pemrakarsa menyusun dan mengelola data base Taman Kehati

 

8.2 Jenis Informasi

§  Gambar/foto

§  Nama lokal

§  Nama ilmiah

§  Klasifikasi

§  Ciri-ciri morphologi

§  Geolokasi (nomor dan lokasi koleksi setiap individu tumbuhan)

§  Asal tumbuhan lokal

§  Sebaran

§  Cara perbanyakan

§  Manfaat

§  Tanggal penanaman

§  Asosiasi jenis tumbuhan dengan satwa

  1. Pengelolaan

 

§  Pengelolaan meliputi:

a.       Perencanaan

b.      Pelaksanaan

c.       Kerjasama dan kemitraan

d.      Pemantauan

e.       Pelaporan

§  Perencanaan:

a.       Pemrakarsa menyusun rencana kerja untuk jangka waktu perencanaan 1 dan 5 tahunan

b.      Dokumen perencanaan berisi: rencana pengkoleksian (prioritas jenis tumbuhan, kapan, lokasi sumbernya, siapa yang harus mengumpulkan, validasi nama ilmiah), perencanaan penanaman dan waktu penanaman, pemeliharaan (gulma, hama penyakit), observasi (kapan berbunga, kapan berbuah, dll), pembinaan habitat/wanatani, pengembangan database, pendanaan (berapa, alokasi, sumber dana, dll), SDM yang dibutuhkan (manajemen, staf pelaksana validasi ilmiah, petugas lapangan), rencana pengembangan ( pembangunan sarana dan prasarana, penambahan koleksi, dll)

c.       Pengesahan dokumen perencanaan oleh Gubernur, Bupati/Walikota, Pimpinan Perusahaan, perseorangan (manajer).

 

§  Pelaksanaan

a.       Pemrakarsa melaksanakan kegiatan sesuai dengan dokumen perencanaan yang telah disyahkan;

b.      Dalam pelaksanaan kegiatan dan pengembangan Taman Kehati, pemrakarsa wajib mempertimbangkan manfaat bagi masyarakat sekitar

 

§  Kerjasama dan Kemitraan

c.       Dalam pelaksanaan kegiatanya pemrakarsa dapat melakukan kerjasama dan kemitraan dengan pihak lain, baik dalam negeri maupun luar negeri (pemerintah, lembaga pendidikan, lembaga penelitian, swasta, LSM, masyarakat) sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

d.      Bentuk kerjasama yang bisa dilakukan diantaranya adopsi pohon, membership, pendidikan, penelitian, wisata alam, dll

e.       Kerjasama yang menyangkut pemanfaatan sumber daya hayati yang berada di Taman Kehati harus mengacu pada ketentuan ABS (PIC, MAT, MTA)

 

 

·         Pemantauan

§  Siapa yang memantau,

- KLH memantau: Provinsi dan Kabupaten/Kota,

- Provinsi memantau: Kabupaten/Kota, Badan Usaha dan Perseorangan

- Kabupaten memantau lokasi

§  apa yang dipantau,

- Pemeliharaan

- Updating dan validasi data

- Implementasi perencanaan

- Sarana dan prasarana

- ketersediaan  dan Kemampuan tenaga pengelola

- kemitraan

§  cara memantau

-    aktif

-    pasif

§  kapan dipantau

- setahun sekali

§  untuk apa hasil pemantauan,

- Untuk melihat keberhasilan dan kebijakan pengelolaan

 

§  Pelaporan

-          Pemrakarsa melaporkan pelaksanaan kegiatan kepada Gubernur, Bupati/walikota, pimpinan perusahaan dan untuk perseorangan pemrakarsa melaporkan kepada pihak terkait.

-          Pelaporan dibuat minimal setiap setahun sekali

 

10.  Pembinaan

·         Peran PemerintahPembinaan (sosialisasi, pengembangan SDM, pemahaman peraturan)

·         Peran Provinsi

·         Peran Kabupaten/Kota 

 

Catatan : PUU KLH

 

  1. Pendanaan

§  Dana untuk pengelolaan Taman Kehati juga perlu dipertimbangkan dengan memperhatikan keberlanjutan Taman Kehati, seperti dana yang berasal dari pemerintah daerah, dana yang berasal dari corporate social responsibility perusahaan-perusahaan swasta, dan dana bagi hasil dengan pihak swasta untuk pengelolaan Taman.

§  Pelaksanaan pembangunan tmn kehati dibiayai pemrakarsa

§  Pengelolaan dan pengembangan dapat bekerjasama atau bermitra dgn instansi atau pihak lain.

Diharapkan setelah mandiri dapat self funding.
Last Updated ( Tuesday, 11 May 2010 23:54 )